Balada
Kosma PBI-A
Latar Belakang mahasiswa
IAIN SNJ Cirebon secara umum adalah pelarian atau survivor, mereka selain
mahasiswa juga biasanya berstatus karyawan yang bekerja di luar kampus, intinya
beberapa diantara mereka adalah orang yang sulit secara finansial. Saya sendiri
bekerja di beberapa tempat selain menjadi guru mengaji di madrasah, juga
seorang pengajar privat dan plus guru TK. Hasil dari bekerja lumayan bisa
menambah ongkos kuliah baik itu jajan maupun kebutuhan kuliah yang kecil-kecil.
Namun banyak pula kawan sekelas saya yang terkadang terperangkap di situasi di
mana mereka harus mempertahankan pekerjaannya atau melanjutkan kuliah. Tapi
sebagian besar kasus yang terjadi di lapangan adalah kosma menjadi satu-satunya
orang yang selalu berhadapan dengan masalah tersebut.
Kosma
pertama bekerja sebagai produsen susu, dan konon bekerja pula di berbagai
tempat lainnya. Hal yang pelik yang telah dijelaskan diatas juga menimpa
dirinya dan akhirnya membuat yang bersangkutan terpaksa berhenti kuliah. Laki-laki
dengan celana ngatung, kumisan, serta jenggotan itu adalah korban pertama yang
menjadi kosma celaka. betapa tidak dialah awal dari balada kosma ini dimulai.
Sepeninggal
kosma pertama kepemimpinan jatuh ke tangan laki-laki yang keras, reaktif, dan
supel. Kisahnya dimulai saat dia hijrah dari Surabaya menuju cirebon dan
memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di IAIN SNJ Cirebon. Awal dia menjadi
kosma sungguh menggembirakan dan sekaligus membanggakan. Tapi dia belum tahu
bahwa itu adalah awal dari petaka yang akan menimpanya. Saat awal kawan saya
menjadi kosma keadaan keluarganya baik-baik saja. Tapi beberapa bulan kemudian
ayahnya jatuh sakit. Pernah suatu hari dia naik kereta bersama bonek menuju
Surabaya dari stasiun kejaksan Cirebon, alasannya tentu bisa menghemat ongkos.
Hal itu dilakukan di saat ayahnya masih sakit, maka kawan saya itu harus pulang,
setidaknya untuk melihat keadaan ayahnya. Tapi selang beberapa bulan saja
terdengar kabar ayahnya pun meninggal, tak pelak lagi hal ini pun berimbas pada
perkuliahannya. Dan mudah ditebak endingnya. Maka dengan kejadian tersebut
genaplah sudah korban kedua dari kosma pengganti. Akhirnya kawan saya tersebut
pulang ke rumahnya di Surabaya.
Pengganti
selanjutnya adalah kawan saya yang bergaya santai, menggampangkan sesuatu,
selalu terlambat informasi seputar kampus, dan tidak enakan. laki-laki
gondrong, sepatu seadanya, dan bulu hidungnya kadang keluar kandang, terkadang
disertai butir-butir emas yang melapisinya. dia adalah anak sulung dan memiliki
banyak saudara. Dia juga memilliki usaha yaitu berjualan gas tabung tiga kilo,
dan juga membuka reparasi barang elektronik rumahan. tapi usahanya itu hanya
sedikit membantu masalah ekonominya. Sebuah hal yang paling diingat adalah
ketika semua kawan saya pulang kuliah naik motor kadang dia berjalan sendirian
hingga jalan raya yang bila diperkirakan jaraknya hampir beberapa ratus meter.
Apabila di tempuh dengan jalan kaki lumayan membuat keringetan. Terkadang saat
pas bertemu di jalan, saya ajak dia bonceng di motor saya. walaupun hal itu
tidak sering tetapi lumayanlah bisa mengingatkan saya akan cerita tentang kawan
saya itu.
Dia
adalah kosma terakhir yang sekaligus kosma yang kerasan menjadi kosma. Tapi
untung tak dapat diraih dan malang malah melintang akhirnya tersandung juga
dia. Masalahnya tak jauh berbeda dengan pendahulunya. Kawan saya itu sudah
beberapa semester terakhir tak mampu membayar uang semester. Kami mencoba
membantu sebisanya dengan mengumpulkan dana tapi apalah arti jumlah uang yang
kami kumpulkan belum mampu menutupi jumlah yang sebenarnya dibutuhkan oleh
kawan saya itu. Hingga sampai pada akhirnya lalu menuju pula pada ujungnya yang
kemudian tertambat dipenghabisan kisah balada kosma. Kawan saya harus merelakan
diri untuk mundur dari perkuliahan. Lalu atmospherepun drastis berubah,
bayangannya yang kadang menyebalkan bagi beberapa kawan itu kini hilang. Senyum
begonya yang terlihat polos dan tak berdosa kini menguap ke hadirat Tuhan.
Alhasil
setelah sedih itu lenyap, berhembuslah arti dibalik rentetan kejadian tersebut.
ketakutan mulai menyeruak diantara kawan-kawan saya dan begitu juga halnya saya.
Saya pun menganggap kejadian ini berarti sesuatu. Lalu melihat kejadian ini
banyak kawan saya mengajukan salah seorang perempuan yang dianggap aktif dalam
organisasi. Dialah fans berat si botak seorang dosen yang sok cool yang juga
pernah memanggang kawan saya hingga melompong bolong atau bolong melompong di
saat presentasi di mata kuliah lingusteak. Penunjukannya ada dugaan untuk
berharap menghentikan celaka di pucuk pimpinan kelas tapi
apabila berlanjut tentunya tidak apa-apa. Maka dari itu dengan tegas kawan saya
menolak. dan mengusulkan sistem penanggung jawab tugas. Namun tetap saja
terdapat wakil-wakil yang diusulkan sebagai pimpinan kelas. diantara
wakil-wakil itu adalah si cerdik item, si handsome yang cool walau kadang
sering saya kibulin, selanjutnya si sipit yang pernah ditaksir kawan saya juga
sampai pernah bersedia menyetrikakan bajunya, dan pernah diajak pula ke sebuah
pasar textile desa terbesar se Asia Tenggara, kemudian yang terakhir adalah
salah satu korban pemalakan di Elf. Dia babak belur oleh seorang pemalak yang
mana dia memergoki si pemalak itu hendak mencopet. Tapi bukannya kabur si
pemalak itu malah menghampiri kawan saya dan memukulinya sampai puas. Mungkin
itu salah satu alasan dia bergabung dengan sebuah perguruan silat yaitu Merpati
Peace!.
Kita
bisa saja menyimpulkan dengan mudah kelanjutan dari kisah ini. Kosma adalah hal
yang tabu untuk dilakukan tapi renyah untuk diperbicangkan. Bagaimana tidak,
kisah seperti itu sekalipun tidak pernah terjadi sejak mula institute itu berdiri
sampai dimasukkan pimpinannya ke hotel dan mungkin ini hanya akan sekali
terjadi. Tapi benarkah balada kosma
itu terjadi sedemikian, kenyataannya setelah tidak ada lagi kosma yang diangkat
sepeninggal kepemimpinan terakhir, ajaibnya kawan-kawan saya tidak ada lagi
yang terPHK dari kampus. Tapi beberapa kawan yang terpilih menjadi perwakilan
kelas yang artinya sekaligus saya sendiri terserempet dampak penunjukan itu.
Pertama, si gadis yang dicalonkan itu ternyata berkenalan dengan aspal di akhir
masa perkuliahannya, maksud dari perkataan ini adalah si gadis atau boleh
dibilang gadis karena pacaran pun hampir tidak pernah, dan bahkan pernah
beredar kabar bahwa dia naksir kawan sekelasnya yang artinya kawan sekelas saya
juga, dan sampai-sampai dia diun-friend dari pertemanan facebook dengan kawan
saya itu, dan tentu saja pelakunya adalah pacar kawan saya itu pula, dan tidak
mungkin juga selingkuhannya karena dia tidak berselingkuh setidaknya hal itu
dia buktikan dengan membuat status di akun facebooknya "Loyal
Forever". Si gadis ini diakhir masa perkuliahannya harus merasakan
nikmatnya patah tulang akibat sebuah kecelakaan parah. Kejadian itu membuat
skripsinya tidak bisa cepat terselesaikan. Kemudian kawan
saya si item kecil, dia baru beberapa minggu ini melihat megahnya hotel zamrud
di tengah kota, anehnya karena kegiatan yang tidak karuan skipsinya belum juga
selesai, kawan saya yang handsome
and cool begitu juga dengam saya baru saja menyelesaikan sidang skripsinya. Dan
si sipit sampai sekarang masih kebingungan dengan angketnya, jelas saja bab 3
nya saja masih berantakan. Kemungkinan jalan menuju sidang masih beberapa bulan
lagi. Kemudian korban terakhir adalah si pemuda korban pemukulan yang kisahnya
juga tidak jelas, tapi kabarnya sekarang dia menjadi penghuni padepokan. Nasib
perkuliahannya entah sampai dimana, tidak ada yang tahu. kami semua terlalu
sulit untuk lulus disaat yang lainnya lulus tanpa hambatan yang berarti dan
sudah dari dulu-dulu.
Oke di paragraph terakhir dari sub-bab ini saya akan menyatakan bahwa
sungguh saya tidak percaya dengan kutukan kosma, meskipun di satu sisi saya
tidak mau ditunjuk apalagi mencalonkan diri menjadi kosma, alasan saya simpel
saja karena orang tua saya ingin melihat anaknya sarjana. Tapi apakah yang bisa
disimpulkan dari hal semacam ini? perjalanan adalah bukan tentang jalannya itu
sendiri karena memang jalannya sudah ada. kenapa sudah ada? saat anda berjalan
ke pasar ya tentu jalannya sudah ada, tipenya mungkin berbeda, yaitu ada yang
aspal, tanah, bebatuan, dan mungkin kayu. Tapi perjalanan adalah keputusan
dalam melangkahkan langkah kita, artinya adalah kapan kita akan melangkah dan
kapan harus menundanya tapi hal yang perlu diingat adalah bukan dikaitkan
dengan tidak apa iya. tapi iya harus melangkah, dan masalahnya adalah kapan.
menunda langkah dan menjalankan langkah adalah keputusan kita tapi apa dan
bagaimana hasilnya itu bukan menjadi urusan kita lagi. karena perbuatan dan
hasil dari perbuatan adalah hal yang berbeda, minimalnya dari segi susunan kosa
katanya.
aahh jadi kangen masa kuliah hehe
ReplyDeletehm.......
ReplyDeleteEnak jaman kuliah ya...
ReplyDeleteLulus kuliah mah puyeng...
Mantaap..hehe :-)
ReplyDeleteHbs ini bkin movienya yah..hihi :-)
Hanif jadi pemeran utama ya..
ReplyDelete